Senin, 03 September 2018

Kinky Boots


Tahun rilis: 2005
Sutradara: Julian Jarrold
Bintang: Joel Edgerton, Chiwetel Ejiofor, Sarah-Jane Potts, Nick Frost, Jemima Rooper, Robert Pugh
My rate: 3/5

Stereotip masyarakat Inggris yang serba kaku dan cenderung tidak tahu apa-apa di luar dunia kecil mereka sendiri kerap menjadi bahan komedi, begitu mudahnya sampai-sampai saya bisa dengan cepat menebak apa inti dari Kinky Boots bahkan saat filmnya baru mulai: kekakuan masyarakat konservatif + sesuatu yang dipandang nyentrik atau tidak konvensional = komedi. Untungnya, di luar jalan cerita yang sepintas formulaik, film ini masih menyajikan kesenangan dari kisah yang cukup menarik, adegan komedik khas Inggris yang tidak berlebihan, serta, tentu saja, penampilan Chiwetel Ejiofor yang mencuri semua perhatian.

Kamis, 23 Agustus 2018

A Prophet


Tahun rilis: 2009
Sutradara: Jacques Audiard
Bintang: Tahar Rahim, Niels Arestrup, Adel Bencheriff, Reda Kateb, Jean-Philippe Ricci
My rate: 4/5

Kata "Paris" mungkin membangkitkan citra serupa di benak banyak orang: Menara Eiffel, musik akordeon, kafe-kafe pinggir jalan, dan roti baguette. Padahal, bagi banyak orang lainnya, Paris mungkin pesing, dingin, tidak ramah pejalan kaki, dan segudang citra lainnya yang jelas tidak akan berakhir sebagai ilustrasi manis di sampul jurnal perjalanan imut-imut. Dan tentu saja, Paris punya arti berbeda bagi para narapidana imigran di dalam sistem penjaranya, walau beberapa di antaranya mungkin justru berhasil memahat kehidupan di mana mereka bisa "berkuasa", terutama di tempat di mana segalanya yang disisihkan masyarakat disingkirkan. A Prophet adalah cerminan hal itu; keras, realis, memukau tanpa menggurui, dan mungkin akan membuat Anda mau tidak mau malah mengagumi sosok di balik label "sampah masyarakat". 

Senin, 11 Juni 2018

Farewell My Concubine


Tahun rilis: 1993
Sutradara: Chen Kaige
Bintang: Leslie Cheung, Zhang Fengyi, Gong Li
My rate: 5/5


Farewell My Concubine mungkin mengisahkan tentang lika-liku kehidupan aktor Opera Peking, lengkap dengan sedikit bumbu cinta segi tiga (kalau mau dibilang begitu), tetapi tema yang terasa familiar ini dibingkai oleh kisah yang lebih besar, yaitu masa-masa paling bergejolak dalam sejarah Cina modern. Lewat sudut pandang Dieyi dan Xiaolou, dua bintang Opera Peking dengan sifat yang saling bertolak belakang, Farewell My Concubine mengambil frase "kehidupan menyerupai seni" (life mimics art) dan menuangkan kisah dua sahabat ini ke dalam film yang mengaburkan batas antara kisah di atas panggung dan kehidupan nyata.

Minggu, 29 April 2018

Loveless


Tahun rilis: 2017
Sutradara: Andrey Zvyagintsev
Bintang: Maryana Spivak, Aleksey Rozin, Matvey Novikov, Marina Vasilyeva
My rate: 4/5

Jika saya harus menempelkan satu kata sifat ke film-filmnya Andrey Zvyagintsev, mungkin itu adalah "suram". Bukan hanya karena flm-filmnya memelintir adegan kehidupan domestik menjadi kritik sosial tersamar terhadap iklim negaranya, tetapi juga karena berbagai gradasi abu-abu yang sepertinya menjadi salah satu tone warna favoritnya. Loveless juga tidak berbeda, walau Zvyagintsev memutuskan untuk meningkatkan intensitas dalam film ini dengan mencomot tema yang menohok: pengabaian anak yang berbuntut pada hilangnya dirinya secara misterius.

Minggu, 25 Februari 2018

The Bacchus Lady



Tahun rilis: 2016
Sutradara: E J-yong
Bintang: Youn Yuh-jung, Chon Moo-song, Yoon Kye-sang, Park Seung-tae, An A-zu, Choi Hyun-jun
My rate: 4/5


Penikmat budaya populer menikmati wajah Korea Selatan lewat kota-kota yang "memadukan tradisi dengan modernitas", atau figur-figur tampan dan cantik serta populer. Tetapi, siapa pun yang sedikit mengulik di balik kegemilangan imaji tersebut pasti bertanya-tanya: bagaimana jika kau adalah wanita lanjut usia yang tidak punya banyak uang dan kesempatan, tetapi harus berjuang untuk tidak tenggelam oleh ombak modernisasi, padahal hidup tidak berhenti berjalan ketika kau menua? The Bacchus Lady adalah film berbujet rendah yang secara apik menyodorkan tema ironis: realitas muram bagi kaum lanjut usia di Korea Selatan, golongan yang justru banyak berperan dalam menciptakan status "negara maju" di negeri tersebut.

Sabtu, 23 Desember 2017

Women Who Kill


Tahun rilis: 2017
Sutradara: Ingrid Jungermann
Bintang: Ingrid Jungermann, Sheila Vand, Ann Carr, Annette O'Toole
My rate: 3/5


Dunia tidak pernah berhenti terpesona pada para wanita yang jadi terkenal karena membunuh, mungkin karena pikiran bawah sadar kita masih menganggap wanita sebagai kaum yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati alami, sehingga mereka yang sanggup melakukan pembunuhan keji dianggap sebagai anomali menarik. Women Who Kill, film debut Ingrid Jungermann, adalah drama misteri yang memilih mengambil sudut pandang dari mereka yang terpesona pada para wanita pembunuh. Sayangnya, di balik segudang potensi yang hadir di layar, film ini menawarkan pengalaman menonton yang terasa agak canggung dan tidak utuh.

Jumat, 01 Desember 2017

Ingrid Goes West



Tahun rilis: 2017
Sutradara: Matt Spicer
Bintang: Aubrey Plaza, Elizabeth Olsen, O'Shea Jackson Jr., Wyatt Russell, Billy Magnussen
My rate: 4/5

Terlalu mudah menganggap Ingrid Goes West sebagai "Paduan All About Eve dan Single White Female untuk generasi Instagram". Memadukan trope populer seperti wanita histeris, penguntit, delusi terhadap kaum tersohor, serta 'transformasi itik buruk rupa', Matt Spicer berhasil meramu drama komedi gelap yang menyindir obsesi akan citra kehidupan sempurna ala Instagram, lewat sudut pandang seorang penguntit yang ingin memasuki kehidupan sempurna seorang "SelebGram".

Sabtu, 18 November 2017

#BukuFilm 2: Horror to the Extreme


Judul lengkap: Horror to the Extreme (Changing Boundaries in Asian Cinema)
Tahun terbit: 2009
Penyunting: Jinchee Coi, Mitsuyo Wada-Marciano
Penerbit: Hong Kong University Press
Tebal: 284 halaman (2.40 MB)
Bahasa: Inggris

Film horor Asia memiliki ciri khas yang tidak bisa ditiru oleh Hollywood, tidak peduli berapapun banyaknya uang yang mereka gelontorkan untuk membuat remake demi remake. Kegagalan berbagai remake Hollywood untuk film-film macam Oldboy, 13 Beloved, dan The Ring cenderung disebabkan oleh kegagalan menangkap signifikansi budaya dari film-film horor Asia tersebut.

Buku ini menganalisis dan membandingkan film-film horor Asia dari berbagai negara (dengan sebagian besar fokus pada film Jepang, Mandarin, dan Korea Selatan) dilihat dari konteks nasional serta kultural mereka. Lebih jauh lagi, buku ini juga membandingkan industri film horor Asia dalam konteks lokal dan nasional dengan industri horor mainstream Hollywood.

Minat? Silakan baca atau unduh.


Senin, 30 Oktober 2017

3 Film Horor Bertema Halloween (dan 2 Seri Film Pendek!)


Halloween adalah ladang panen untung berbagai studio lewat film-film horor, dan tentunya tema populer untuk beragam film horor (atau ada sentuhan horornya sedikit). Anda mungkin sudah pernah dengar atau bahkan menonton Halloween (1978), film horor-slasher John Carpenter yang bukan hanya memajang kata Halloween di judulnya, tetapi juga sukses mempopulerkan tokoh Michael Myers si pembunuh bertopeng putih dan berbaju montir.

Kamis, 26 Oktober 2017

Capture, Kill, Release


Tahun rilis: 2016
Sutradara: Nick McAnulty, Brian Allan Stewart
Bintang: Jennifer Fraser, Farhang Ghajar, Jonathan Gates, Rich Piatkowski, Christina Schimmel
My rate: 3/5

Sineas horor/thriller yang ingin membuat film ala found footage kini menghadapi medan yang sudah jenuh dengan film-film serupa, sehingga mereka harus kreatif dalam penggarapannya agar tetap segar. Capture, Kill, Release mungkin tidak begitu istimewa, dengan nama-nama yang kurang dikenal, namun keterbatasan dana dan kreativitias berhasil membuat film ini menjadi tontonan cukup segar bertema pasangan urban yang nampak ideal tetapi menyimpan gairah gelap untuk membunuh.