Jumat, 17 Februari 2017

Review: Song of the Sea


Tahun rilis: 2014
Sutradara: Tomm Moore
Pengisi suara: David Rawle, Brendan Gleeson, Fionnula Flanagan, Lisa Hannigan, Lucy O'Connell
My rate: 5/5

Ketika melakukan riset untuk menggarap buku kumpulan cerita rakyat Irlandia, saya menemukan kisah berdasarkan mitos selkie, anjing-anjing laut yang dapat menjelma menjadi manusia dengan cara melepas "mantel" bulu mereka. Sebagai salah satu makhluk mitologi ikonik khas Irlandia, selkie pun dijadikan bintang utama oleh Tomm Moore dalam film animasi tahun 2014 yang mendapat banyak penghargaan, Song of the Sea (Amhrán na Mara). Menggunakan perpaduan antara teknik animasi tradisional, berbagai teknik lukis, musik indah dan cerita yang sederhana namun memikat, Moore berhasil menciptakan film animasi yang bukan hanya cantik, namun benar-benar membuat saya merasa seperti melihat isi buku dongeng yang hidup, tepat di depan mata. 

Rabu, 15 Februari 2017

Review: The Handmaiden


Tahun rilis: 2016
Sutradara: Park Chan-Wook
Bintang: Kim Tae-Ri, Lee Yong-Nyeo, Kim Min-Hee, Ha Jung-Woo
My rate: 3.5/5

Sebuah cerita bisa dipandang secara berbeda, tergantung siapa yang mengisahkannya. Konsep ini bukan hanya populer di kalangan media yang berpihak pada tokoh politik tertentu, tetapi juga diterapkan sebagai metode penceritaan kisah fiksi untuk mengecoh; teknik yang sering digunakan dalam novel-novel Agatha Christie dan Natsuo Kirino, cerpen Yoko Ogawa dan Edogawa Ranpo, serta karya-karya thriller kontemporer seperti Girl on the Train dan Gone Girl. Lewat The Handmaiden, Park Chan-Wook meramu berbagai elemen genre dengan apik untuk memberikan twist baru yang segar dalam pola penceritaan semacam ini. 

Senin, 13 Februari 2017

Review: The Fury of a Patient Man


Tahun rilis: 2016
Sutradara: Raúl Arévalo
Bintang: Antonio de la Torre, Luis Callejo, Ruth Diaz, Raúl Jiménez
My rate: 3.5/5

Publik penonton film saat ini dimanjakan dengan banyaknya film yang menelusuri sisi-sisi terkelam manusia, dengan berbagai macam eksekusi dan gaya penyutradaraan, dan salah satu yang terlaris tentu saja thriller bertema balas dendam. Beberapa, seperti Kill Bill, John Wick, The Revenant, The Girl with the Dragon Tattoo dan V for Vendetta menikmati kesempatan dipromosikan secara besar-besaran. Yang lainnya, seperti Blue Ruin dan Hard Candy, cenderung dipromosikan secara "gerilya" atau tidak begitu jor-joran, terlepas dari kualitasnya yang juga bagus. The Fury of a Patient Man (Tarde para la Ira) adalah permata tersembunyi serupa dari Spanyol yang memberi kesegaran dalam tren genre ini. 

Jumat, 30 Desember 2016

Review: The Autopsy of Jane Doe


Tahun rilis: 2016
Sutradara: André Øvredal
Bintang: Emile Hirsch, Brian Cox, Olwen Kelly, Ophelia Lovibond, Michael McElhatton
My rate: 3.5/5

Nama sutradara Norwegia André Øvredal mulai dikenal para penyuka film di negara-negara berbahasa Inggris ketika dia merilis Trollhunter (2010), film unik yang menggabungkan konsep found footage, horor, dan petualangan yang bertema misi membuktikan kebenaran mitologi Troll. Tahun ini, Øvredal kembali dengan merilis film berbahasa Inggris pertamanya. The Autopsy of Jane Doe mungkin bukan film horor yang terlalu "aneh," terutama jika Anda tergolong veteran dalam soal nonton film horor. Akan tetapi, ide unik, cerita yang menarik serta tempo penggarapan cerita yang sabar namun memikat membuat film ini cukup berkesan.

Selasa, 27 Desember 2016

De Vrais Mensonges


Tahun rilis: 2010
Sutradara: Pierre Salvadori
Bintang: Audrey Tautou, Sami Bouajila, Nathalie Baye
My rate: 2.5/5

Aktor-aktor tertentu akan selalu diingat karena satu peran ikonik walaupun mereka telah bermain dalam banyak film. Pierce Brosnan identik dengan James Bond. Orlando Bloom identik dengan Legolas. Daniel Radcliffe identik dengan Harry Potter. Audrey Tautou, tentu saja, selalu identik dengan si cantik nyentrik Amelie dalam film berjudul sama. Tentu saja itu tidak apa-apa selama aktor-aktor tersebut bisa membuat kita melupakan bayang-bayang peran mereka dalam film-film selanjutnya. Masalahnya, itu tidak terjadi pada Tautou di film ini.

Selasa, 13 Desember 2016

Review: The Conspiracy


Tahun rilis: 2012
Sutradara: Christopher MacBride
Bintang: Aaron Poole, James Gilbert, Alan Peterson, Bruce Clayton
My rate: 3.5/5

Sebagai orang yang hidupnya sudah cukup direpotkan oleh berbagai urusan seperti cari uang, mengurus orang tua, serta berusaha supaya jangan lagi kena gejala tifus untuk yang keempat kalinya, pendapat saya terhadap teori konspirasi lumayan terbelah. Di satu sisi, teori konspirasi membuat hidup ini jadi menarik, dan mempersatukan banyak orang di seluruh dunia dalam semangat "membongkar misteri-misteri dunia." Di sisi lain, teori konspirasi yang kebablasan bisa berakibat macam-macam, mulai dari mengarahkan kecurigaan dan paranoia terhadap orang-orang tak bersalah, menyebar ketakutan, atau bahkan merusak bisnis. Tetapi apapun itu, rasa ingin tahu manusia tetap tak akan terbendung, dan film-film terkait teori konspirasi pun menjadi salah satu efeknya.

Senin, 28 November 2016

Review: Wadjda


Tahun rilis: 2012
Sutradara: Haifaa Al-Mansour
Bintang: Waad Mohammed, Reem Abdullah, Abdulrahman  Al-Gohani, Sultan Al-Assaf
My rate: 5/5

Wadjda adalah film yang penting dari berbagai sudut pandang, lepas dari kisahnya yang nampak sederhana. Ini adalah film pertama yang disutradai wanita Arab Saudi; fakta yang mencengangkan terutama ketika mengingat bahwa film ini juga disyuting sepenuhnya di negara yang sama. Lewat berbagai kesulitan dan hambatan yang muncul selama proses syuting, Haifaa Al-Mansour berhasil "menyingkap tabir" nyaris mistis yang melingkupi tanah airnya serta (terutama) para wanitanya, lewat kisah sederhana yang secara mengejutkan berhasil menabrak semua prasangka penonton di berbagai negara. 

Selasa, 15 November 2016

Review: 35 Shots of Rum


Tahun rilis: 2008
Sutradara: Claire Denis
Bintang: Mati Diop, Alex Descas, Nicole Dogue, Grégoire  Colin
My rate: 4/5

Ketika Yasujirō Ozu merilis Late Spring di tahun 1949, dia mungkin tak menyangka bahwa drama tersebut akan menginspirasi seorang sutradara wanita Prancis untuk membuat film yang sama indahnya 59 tahun kemudian. Lewat 35 Shots of Rum, Claire Denis menghadirkan drama yang terlihat bersahaja, namun sarat akan gejolak emosi tersembunyi. Layaknya genre shomingeki di Jepang yang memotret kehidupan kaum kelas pekerja, 35 Shots of Rum menampilkan potret intim kaum imigran kelas pekerja di Prancis lewat pasangan ayah dan anak berdarah Mali, yang berada dalam persimpangan besar di kehidupan mereka yang tadinya tentram tanpa gejolak.

Jumat, 04 November 2016

Review: Heavenly Creatures


Tahun rilis: 1994
Sutradara: Peter Jackson
Bintang: Kate Winslet, Melanie Lynskey, Sarah Peirse, Diana Kent, Jed Brophy
My rate: 3.5/5

Peter Jackson biasanya dikenal akan dua hal: sebagai sutradara film-film adaptasi novel-novel fantasi J.R.R. Tolkien seperti The Lord of the Rings dan The Hobbit, atau sutradara horor-komedi-zombie gila macam Bad Taste dan Braindead di awal karirnya. Akan tetapi, di antara film-film ikoniknya itu, Jackson juga menggarap film-film lain macam King Kong, The Lovely Bones, dan Heavenly Creatures. Jika King Kong dan Lovely Bones hanya membuat saya menatap lempeng ke arah layar dan melupakannya setelahnya, Heavenly Creatures membuat saya terpesona dengan kepolosan dan kedalaman persahabatan karakter Melanie Lynskey dan Kate Winslet, bahkan setelah mereka digambarkan melakukan pembunuhan.

Rabu, 02 November 2016

Review: The Match Factory Girl


Tahun rilis: 1990
Sutradara: Aki Kaurismäki
Bintang: Kati Outinen, Elina Salo, Esko Nikkari, Vesa Vierikko
My rate: 4/5

Sutradara Finlandia Aki Kaurismäki punya bakat mengubah film dengan karakter dan premis yang sangat biasa menjadi sesuatu yang membuat penonton sulit mengalihkan pandang. Hal itu nampak dalam The Match Factory Girl: sebuah film tentang gadis yang biasa-biasa saja, tanpa sedikitpun karakter "istimewa" layaknya seorang protagonis, menjalani kehidupan yang tidak menarik. Akan tetapi, jika akun Twitter Big Ben yang isinya cuma BONG BONG BONG saja bisa punya ratusan ribu pengikut, film sederhana yang entah bagaimana menghipnotis ini tentu juga pantas mendapat perhatian.