Jumat, 28 Oktober 2016

Berberian Sound Studio


Tahun rilis: 2012
Sutradara: Peter Strickland
Bintang: Toby Jones, Cosimo Fusco, Fatma Mohamed, Chiara D'Anna, Eugenia Caruso
My rate: 3.5/5

Setiap film horor menggunakan berbagai elemen di balik layar untuk menciptakan kengeriannya, termasuk efek suara. Setiap kali penonton berjengit melihat parang si pembunuh menghantam tengkorak seorang karakter, atau mendengar jeritan menyayat di balik ruang tertutup yang hanya mengisyaratkan yang terburuk, ada efek suara di belakang adegan-adegan tersebut yang membuat filmnya terasa nyata. Berberian Sound Studio mengeksplorasi kengerian di balik studio pengisi suara yang menyuplai kengerian tak terlihat itu; horor atmosferik yang tidak mengejutkan Anda dengan hantu atau pembunuh yang melompat dari balik koridor, namun menyusup perlahan ke dalam benak.

Gilderoy (Toby Jones) adalah seorang penata suara asal Inggris yang tiba di studio bernama Berberian di Italia, untuk membantu menyelesaikan sebuah film tentang sekolah berkuda, The Equestrian Vortex. Ketika ditemui oleh si produser, Fransesco (Fusco), Gilderoy kaget ketika menyadari bahwa film tersebut ternyata bukan film terkait menunggang kuda, melainkan sebuah film giallo (film thriller yang populer di Italia era abad ke-20, biasanya dengan elemen-elemen genre seperti fiksi kriminal atau slasher). Akan tetapi, akhirnya Gilderoy tetap menerima pekerjaan tersebut, dan bertemu dengan para wanita pengisi suara seperti Silvia (Mohamed) dan Claudia (Caruso).

Semakin jauh Gilderoy terlibat dalam proyek itu, semakin janggal pula kesehariannya dalam studio tersebut. Rekan-rekan kerjanya entah kenapa perlahan bersikap buruk atau sinis padanya. Fransesco semakin terobsesi pada penggarapan film yang adegannya makin lama makin sadis itu. Berbagai keanehan terjadi mulai dari kesalahan administrasi yang membuat Gilderoy tak bisa pulang ke Inggris, hingga sikap Fransesco terhadap para pengisi suaranya. Semakin lama, studio gelap yang mengungkung itu semakin mengaburkan batas antara realita dan fiksi, dan Gilderoy tak bisa berbuat banyak selain ikut tenggelam bersamanya.

Berberian Sound Studio jelas tak seperti film-film horor kebanyakan; bisa dibilang ini adalah film yang "menelanjangi" film-film horor pada umumnya, dengan langsung menyodorkan kepada kita sebuah dunia di balik film horor yang tak terlihat namun tak bisa dipisahkan dari horor: suara. Ketika sepasang pekerja studio berwajah datar memukuli semangka sampai hancur untuk menciptakan efek suara tubuh manusia dibacok, Strickland membuat kepala kita membayangkan adegan itu walaupun adegan di film aslinya hanyalah dua pria memukuli buah-buahan. Sang sutradara dengan cerdik membuktikan teori bahwa suara yang tepat dapat membangun suasana horor dengan membuat kita membayangkan kengerian tak terlihat di balik sebuah adegan.

Melengkapi "persembahan" absurdnya untuk film-film giallo yang menjadi kebanggaan sinema Italia, Berberian Sound Studio bukan hanya bernada gelap dan muram sepanjang film, melainkan juga menggunakan sebuah studio dengan perlengkapan yang bisa dibilang kuno. Gilderoy juga diceritakan sebagai karakter yang bisa dibilang polos, dengan sikap sedikit penggugup dan sungkan, dan CV yang isinya relatif "aman" karena pengalamannya kebanyakan terkait film-film iklan layanan masyarakat serta dokumenter alam. Si karakter polos asal Inggris yang sayang emak ini pun diceburkan ke dalam studio kuno dimana kengerian perlahan menyeruak dan menyusup tanpa bisa dibendung, dan kita menjadi saksi terseretnya si karakter polos ini dalam situasi serba gila dan penuh teka-teki, sebelum mentalnya perlahan runtuh.

Berberian Sound Studio adalah film eksperimental, tetapi tidak membuat kita ternganga bingung dengan serangkaian adegan simbolis absurd atau apalah yang pada akhirnya menempatkan kita dalam posisi sebagai "orang luar yang shock." Film ini ikut menyeret kita dalam keabsurdannya dengan mengupas lapis demi lapis ekspektasi kita terhadap film horor. Tidak ada sajian adegan berlumuran darah atau pembunuhan sadis; semua itu hanyalah bagian dari proyek studio yang digambarkan dalam film ini, dan kita hanya disodori suara serta proses penggarapannya. Akan tetapi, lewat penyutradaraan cerdik, Strickland berhasil membuat kita menciptakan horor versi kita sendiri dalam benak, dengan setiap efek suara bacokan dan jeritan yang diciptakan dalam studio muram ini.